Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

CHAPTER 15 : KOROSI - REMUKNYA SEBUAH JIWA

Jatuh cintaku kali ini tidak melanjutkan dengan cinta pertamaku kala itu. Dengan mempertimbangkan banyaknya kendala yang tersebar di kepala dan dengan keikhlasan hati maka kuputuskan Cinta pertamaku itu akan kusimpan sebaik-baiknya dalam hati saja. Lalu cinta dalam diriku terus kupaksa bergerak maju, untuk memulai segala sesuatu yang baru. Cinta keduaku tertambat pada seorang gadis yang dikenalkan lewat chat whatsapp oleh saudaraku. Sebut saja Lita namanya, umur terpaut 2 tahun lebih muda dari saya, bekerja di retail furniture di Jakarta. Foto profile seseorang kadang dapat membuatmu bergetar serta membuatmu tak sadar dan parahnya diriku dibuat kasmaran sebelum berkenalan. Lalu kumulai dengan chat ala kadarnya dan hingga akhirnya ku beranikan diri untuk ketemuan. Setelah pertemuan pertama itu akhirnya muncul pertemuan-pertemuan berikutnya. Hingga akhirnya saat pertemuan ke tiga, pukul lima sore setelah selesai acara pelampiasan adrenalin tingkat tinggi kita di ice skating, di tem...

CHAPTER 14 : RETURN OF THE JEDI

Merupakan akhir dari sebuah trilogy tentang pergumulan hidup saya sehari-hari saat memegang jabatan sebagai BFM. Bekerja dengan baik itu sangat melelahkan, sudah bekerja optimal pun kita masih seringkali disalahkan, dicela dan di caci-maki dan menurut saya hal tersebut sudah lumrah terjadi karenanya disebut office politics. Menghadapi yang namanya office politics itu hanya ada satu senjata yaitu integritas. Saat perusahaan kekurangan dana karena HO belum mengucurkan dana saya sendiri saat itu harus mencari hutangan supaya perusaan dapat beroperasi. Saat divisi kita dikecam oleh divisi operasional karena order tidak sesuai dengan permintaan mereka saya harus bekerja keras untuk mencari solusi dengan menambah atau menyiasati shift supaya target produksi tercapai. Saat produk kita di complain customer karena kualitas saya harus meninjau ulang kembali SOP internal saya saat produksi rotinya. Saat team yang lain tertidur di malam-malam syahdu kadang muncul masalah tak terduga ...

CHAPTER 13 : THE EMPIRE STRIKES BACK

Lanjut lagi di episode Branch Factory Manager Episode dua yang rencananya akan saya akhiri di episode tiga. Setelah pabrik berjalan beberapa bulan dengan berbagai masalah yang menderanya, saya kemudian mulai fokuskan kepada internal perusahaan dan focus kepada Sumber Daya Manusianya kenapa demikian? Saya berpikiran bahwa jika saya mempu membentuk SDM yang hebat maka perusahaan akan berjalan dengan sendirinya karena masing-masing orang sudah tahu dengan apa yang akan dikerjakannya sedang saya sendiri bisa fokus kemasalah lainnya (cari masalah baru). Pekerjaan menurut saya jika kita sudah tahu mekanismenya akan lebih mudah untuk meyelesaikan pekerjaanya. Untuk pekerjaan level teknikal adalah pekerjaan dengan cara kerja yang terus menerus diulang-ulang tiap harinya sehingga orang baru bisa cepat menerimanya. Berbeda dengan level managerial dimana orang perlu pemahaman lebih karena dalam satu permasalahan itu akan ditemukan banyak solusi dan juga banyak konsekwensinya sehingga diperl...

CHAPTER 12 : A NEW HOPE

Judul kali ini terinspirasi dari filmnya Star Wars karya George Lucas karena ada sedikit kemiripan dengan kisah yang saya alami, saya buat dalam bentuk trilogi dan saya beri judul yang sama dengan filmnya. Setelah sekitar 3,5 tahun berjibaku di MD, akhirnya saya dipilih oleh majemen tertinggi perusahaan untuk memimpin pabrik roti di Yogyakarta. Intuisi saya saat itu menolak tapi kesempatan hanya sekali karena itu saya coba ambil posisi ini. Prinsip saya saat itu gagal atau berhasil itu bukan lagi suatu masalah…. Belum lagi waktu itu saya sedang aktif pendekatan dengan seorang gadis yang saya pikir akan menjadi teman hidup saya nantinya… Mungkin orang banyak yang memimpikan   posisi sebagai Branch Factory atau Kepala Cabang di suatu perusahaan karena factor kemewahannya. Awalnya pun saya berpikir demikian, tapi mimpi indah itu adalah awal dari mimpi buruk saya. Penugasan awal saya sebagai Branch Factory Manager di bulan Februari 2015. Misi awal saya adalah membangun teamwor...

CHAPTER 11 : HILANG NAMUN TAK TERGANTIKAN

Periode 2012 adalah periode terberat dalam aktivitas kerja kami. Team terbaik kami yaitu ibu Vivi dimutasikan ke Cabang pekanbaru. Mutasi dilakukan karena suami ibu Vivi dipindah tugaskan ke cabang menjadi seorang Branch Manager di sana. Dan tugas utama dari Ibu Vivi saat itu dia harus mendampingi suami untuk bertugas di tempat baru. Saya akhirnya diberikan anggota baru yaitu Bapak Arul untuk diajari di team. Waktu itu tongkat estafet dari Ibu Vivi diserahkan ke Bp. Pandu untuk menghandle aktivitas-aktivitas harian di Bakery juga untuk mengajari anak baru ini. Untung saja team saya yang baru ini mempunyai daya tangkap yang lumayan cepat, tangkas dan selain itu beberapa kerjaan bisa diselesaikan dengan cepat. Setelah sekitar dua bulan training dengan anak baru, saya akhirnya mengambil keputusan untuk menginformasikan ke senior manager saya bahwa team kami yang baru sudah ready walaupun tentu saja tidak demikian. Sebagai catatan : Senior manager saya waktu itu tidak memberikan bata...

CHAPTER 10 : IMPROVISASI

Setiap orang pasti punya cerita atau bahkan legendanya sendiri dalam bekerja. Termasuk saya, kembali ke zaman saya masih bekerja di salah satu perusahaan retail nasional dahulu selain bertugas di divisi Merchandising, saya sering kali bertugas untuk mengisi materi dalam On The Job Training (OJT) untuk Management Trainee (MT). MT di sini kebanyakan fresh graduate tapi ada juga professional yang memang disisipkan oleh management untuk memperoleh wawasan secara cepat. OJT itu biasanya di isi oleh manager masing-masing departemen yang ditunjuk oleh HRD untuk memberikan gambaran mengenai suatu divisi terkait.   Materi yang disampaikan biasanya berupa gambaran umum divisi terkait, hubungan divisi tersebut dengan antar departemen lainnya, juga masalah-masalah yang terjadi dalam divisi tersebut. Selain training MT saya juga sering ditunjuk untuk mengisi meeting Kepala Toko di cabang-cabang yang tujuannya adalah untuk sharing knowlwdge   terbaru dari Head Office. Bisanya untuk in...

CHAPTER 09 : Secuil Konsep Leadership

Nasehat-nasehat bijak tentang leadership sering kali didengungkan ke telinga saya bahwa menjadi seorang pemimpin haruslah berwibawa, ditakuti dan harus menjaga image baik di tempat kerja ataupun di luar tempat kerja. Saya dapatkan wejangan ini berasal dari atasan, teman, senior maupun dari handai taulan sekalian. Apakah benar demikian? Mungkin benar mungkin juga tidak, bisa saja cocok untuk sebagian orang bisa juga tidak... Tergantung kondisi dan juga situasi mungkin. Tidak pernah terbesit dalam hati mengendapkan paradigma ini apalagi untuk selalu menjaga image. Mosok di luar tempat kerja kita masih harus jaga image? siapakah saya? oh yang benar saja...  Tak bisakah di luar jam kerja kita menjadi teman biasa, nongkrong untuk ngupa-ngupi, chall-chill, membaca, bersenda gurau dan berbuat semaunya tanpa membawa-bawa jabatan dan teman-temannya? Jabatan itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan ke kita. Sewaktu-waktu jika Tuhan menginginkan pasti bisa dicabut juga dari kita. So gun...

CHAPTER 08 : Enigma Katalis

Pembahasanku tidak selamanya tentang pekerjaan kali ini akan kusisipkan tentang romansa cinta di Jakarta. Dalam suatu kehidupan pasti ada yang namanya pertama kali. Pertama kali berjalan, pertama kali berlari, pertama kali kenalan dengan seseorang, dan pertama yang lainnya hingga pertama kali jatuh cinta walau endingnya lumayan membuat sakit di kepala. Apakah aku pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya entah itu di sekolah ataupun saat kuliah? Kalo cuma lirik sana-sini sih iya, tapi untuk serius jawabannya sih tidak. Aku malu karena untuk bayar toilet umum saja masih menggunakan uang ortu saat itu. Beda cerita jika kita sudah berpenghasilan sendiri, bisa sedikit sombong dengan dada membuncah, maka pilihanku adalah merasakan cinta saat sudah berpenghasilan sendiri.    Bermula dari dua teman ibu Vivi bagian finance yang kadang datang untuk makan siang dan ngobrol bareng di meja kerja saat istirahat siang. Dari kedua teman ibu Vivi tadi ada satu orang yang menarik perhatian…...

CHAPTER 07 : BETE

Masalah yang menghadang atau mengendap di kepala kadang membuat kita stress dan kondisi ini membuat kita menjadi bete. Bete yang akan kita bicarakan di sini adalah Best Teacher buat kita sebagai pribadi, orang tua, karyawan, manager bahkan seorang pimpinan.  MT biasanya dipersiapkan oleh perusahaan untuk menjadi calon pimpinan di masa depan. Menurut saya kualitas pimpinan itu ditentukan dari dirinya sendiri, lingungan tempat kerja serta siapa yang menjadi gurunya.  Saya tidak pernah sedikitpun membayangkan akan menjadi seorang guru/tentor di tempat kerja untuk MT. Suatu tanggung jawab yang amat sangat berat, lha wong belajar untuk sendiri saja masih susah. Bahkan selama di SD, saya pernah beberapa kali nyaris tinggal kelas (di kelas 4 dan kelas 5) tapi untung saja hal tersebut tidak terjadi. Saya sendiri termasuk orang yang DDR (Daya Dong Rendah) dan perlu ribuan jam untuk memahami segala sesuatunya. Dan dengan bangga saya dapat katakan bahwa saya ini termasuk orang j...

CHAPTER 06 : TISU

Tisu di sini bukan kertas halus penyekat keringat atau pembersih kotoran di badan. Namun TISU yang saya ceritakan di sini adalah Tim Sukses.  Tidak dapat saya pungkiri, reputasi Divisi Bakery yang dulunya hanya sebagai divisi nomor dua akhirnya mengubah sejarah. Divisi kami ini melaju pelan ke peringkat pertama, hingga saat ini. Bukan hanya menggunakan strategi dan taktik yang mumpuni, tapi menurut saya karena adanya dukungan dari tim sukses dibelakangnya. Mari saya perkenalkan satu persatu. Pada awal saya menempati divisi Bakery ini tim saya hanya seorang saja dan cewek lagi, Ibu Vivi namanya. Beliau selalu marah jika saya panggil dengan sebutan ibu Vivi, bodo amat lha wong beliau senior saya. Walaupun umurnya terbilang masih unyu-unyu, kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kerjaan saya dapat dihandelnya seorang diri saja, catet : seorang diri. Tapi seiring berjalannya waktu saya pun harus belajar juga, jadi akhirnya kerjaan kami handle bersama-sama. Hal ...

CHAPTER 05 : Fear

Apakah ada rasa takut saat menjalani profesi ini? Tentu saja ada. Kekhawatiran saya bermula saat saya ditugaskan masuk ke Merchandising divisi bakery, dimana saat itu team lama akan resign. Team lama mulai serah terima dengan saya terkait kerjaan yang akan saya emban dan jujur saja waktu itu saya sendiri bingung harus bagaimana dan apa saja yang nanti akan saya lakukan ? Berikut ini tips dan trik yang saya lalukan kala itu : Pelajari aktivitas harian yang ada di divisi tersebut. Jangan takut untuk bertanya ke pada siapa saja di divisi terdekat (hal ini untuk mendapatkan masukan solusi  terbaik yang akan kita lakukan nantinya). Pelajari kerjaan admin tiap harinya. Fokus saja pada penyelesaian aktivitas harian dan yakinlah pada bulan ke-8 kalian sudah bisa melakukan kerjaan secara otomatis. Saya kemudian fokus dengan kondisi tadi sehingga beberapa bulan setelah ditinggal resign oleh team sebelumnya saya masih bisa bertahan bahkan saya sudah bisa mendefinisikan aktivitas...

CHAPTER 04 : Merchandiser Development Perishable

Merchandiser Development adalah istilah keren dari pembelian (devinisi by lfebrian). Apa itu merchandiser development? singkatnya adalah suatu bagian yang memastikan ketersediaan barang mulai dari gudang supplier hingga barang sampai di toko-toko sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Sebenarnya di retail sudah ada bagian purchasing sendiri dan tujuannya lebih ke arah pemenuhan barang internal perusahaan. Menjadi seorang Merchandiser Development (MD) ini gampang-gampang susah. Gampangnya adalah kita bisa menentukan produk yang akan kita mainkan di toko, relasi luas, pemahaman akan suatu produk akan bertambah luas (qualitas, bentuk & kemasan, harga bahkan perusahaan tempat pabrik dibuat).  Bagian paling susah untuk kerjaan MD ini adalah job desk yang sangat luas baik itu secara finance, operasional, maupun administrasi.  Finance, MD harus paham benar perihal masalah-masalah keuangan yang dihadapi oleh internal maupun finance supplier. Hal ini terkait ko...

CHAPTER 03 : Ketidakpatuhan VS Keingintahuan

Saya memperoleh teguran keras dari senior manager saya di awal karier karena melangar SOP yang sudah ditentukan. Saat itu ada mesin rusak di suatu toko dan secara SOP kita diwajibkan menunggu mekanik untuk perbaikan. Mekanik sendiri tidak bisa langsung datang saat mesin rusak, mereka harus melakukan penjadwalan untuk datang ke toko. Penjualan roti fresh dari toko tersebut per harinya bisa mencapai 1 juta-an jika kita menunggu mekanik datang untuk perbaikan mesin maka penjualan roti pasti akan nol.  Pada akhirnya saya melakukan adjustmen SOP pada kondisi tersebut. Saya ambil keputusan untuk melarikan item roti ke toko terdekat lain untuk diproses di sana, begitu selesai proses item roti akan dikembalikan ke toko semula untuk dijual.  Hal inilah yang memicu kemarahan senior manager saya saat itu. Karena SOP awal menyebutkan bahwa jika ada mesin yang rusak diharuskan menunggu teknisi untuk perbaikan. Sejak peristiwa tersebut, saya yang anak baru ini menjadi seorang troub...

CHAPTER 02 : Divisi Fresh Bakery

Setelah selesai menjalani masa training 1 bulan dan dinyatakan lulus, saya kemudian tanda tangan kontrak untuk 1 tahun ke depan. Awalnya saya merasa gamang, karena setelah tanda tangan kontrak saya tidak bisa keluar sewaktu-waktu jadi waktu itu akhirnya saya jalani saja dengan gagah berani. Saya melanjutkan petualangan kerja saya masih sebagai MT operational untuk menangani roti fresh. Kala itu roti fresh masih belum berkembang seperti sekarang ini karena kala itu roti belum merupakan suatu kebutuhan praktis. Banyak orang masih membeli roti konvensional seperti roti tawar karena bisa digunakan untuk beberapa ahri ke depan dan bukan sekali makan.   Perbedaan roti konvensional dengan roti fresh adalah : Roti konvensional itu punya expired date (tanggal kadaluarsa) selama tiga atau empat hari. Semakin banyak pengawet di dalam kandungan roti, biasanya akan semakin lama umur rotinya. Roti fresh itu punya expired date yang lumayan cepat yaitu hanya 24 jam. Biasanya di toko...

CHAPTER 01 : Awal Perjalanan ke Barat

Oktober 2010, tanggal 04 adalah awal saya menginjakkan kaki di Jakarta untuk bekerja. Sebagai putra daerah saat menginjakkan kaki di Jakarta membuat saya kagum dan banyak meneriakkan kata Wow dari mulut saya sambil ternganga. Mulai dari design mallnya, mekanisme pembayaran, item-item yang dijual, transportasi, parking hingga berbagai macam layanannya. Kota ini begitu hidup, penuh warna-warni, apapun ada di sini sangat amazing. Saya jatuh cinta pertama kali dengan kota Jakarta saat saya ambil mata kuliah KL - Kuliah Lapangan di salah satu universitas swasta berlokasi di Yogyakarta. Mata kuliah KL ini mewajibkan kami para mahasiswa untuk studi banding perusahaan dengan tujuan melihat dunia kerja secara langsung mulai dari proses raw material hingga menjadi barang jadi. Saat itu kami kunjungan di dua perusahaan manufaktur besar yaitu di OMRON dan Multibintang Indonesia. KL berlangsung selama dua hari dua malam dengan jumlah 40 orang. Di perusahaan retail ini, saya mendapat kesem...