CHAPTER 09 : Secuil Konsep Leadership
Nasehat-nasehat
bijak tentang leadership sering kali didengungkan ke telinga saya bahwa menjadi
seorang pemimpin haruslah berwibawa, ditakuti dan harus menjaga image baik di
tempat kerja ataupun di luar tempat kerja. Saya dapatkan wejangan ini berasal
dari atasan, teman, senior maupun dari handai taulan sekalian.
Apakah
benar demikian? Mungkin benar mungkin juga tidak, bisa saja cocok untuk
sebagian orang bisa juga tidak... Tergantung kondisi dan juga situasi mungkin.
Tidak pernah terbesit dalam hati mengendapkan paradigma ini apalagi untuk
selalu menjaga image. Mosok di luar tempat kerja kita masih harus jaga image?
siapakah saya? oh yang benar saja...
Tak bisakah
di luar jam kerja kita menjadi teman biasa, nongkrong untuk ngupa-ngupi,
chall-chill, membaca, bersenda gurau dan berbuat semaunya tanpa membawa-bawa
jabatan dan teman-temannya? Jabatan itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan ke kita.
Sewaktu-waktu jika Tuhan menginginkan pasti bisa dicabut juga dari kita. So
gunakan saja sewajarnya saja.
Ada
pendapat yang menyatakan bahwa seorang pemimpin harus punya wibawa dan ditakuti
itu saya setuju. Paradigmanya memang sudah benar hanya saja yang saya lihat
banyak cara-cara yang salah yang kadang digunakan sebagai contoh: seseorang
menggunakan jabatan untuk menunjukkan kekuasaannya.
Membuat
diri di takuti itu tidak selamanya dengan mengangkat pedang bukan? Dan tidak
harus menggunakan power atau jabatan... Terkadang, menjadi ditakuti itu adalah
kesediaan memasang badan di saat kita bisa saja mengangkat perisai sehingga
orang bukan takut karena jabatan atau kekuasaan tetapi mereka takut karena
segan.
Dan jika memang marah
itu diperlukan maka marahlah, jika tegas diperlukan maka tegaslah hanya saja
pastikan maksud dan tujuan kita kita sejalan dengan fakta, kebenaran serta kode etik
profesional.
Lalu,
menjadi seorang pemimpin itu bukan saja dengan menyuruh-nyuruh orang lain
untuk melakukan sesuatu, tetapi seorang
pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab atas segala tindakannya dan
bertanggung jawab atas orang-orang yang dia pimpin serta memastikan orang-orang
yang di pimpin puas. Terasa menghangatkan bukan? Karena sosok pemimpin seperti ini
memberikan rasa aman sekaligus menarik perhatian.
Sosok seorang pemimpin yang seperti itu sangat langka dewasa
ini, karena banyak pemimpin bobrok yang dibentuk oleh lingkungan dan cara
pandang yang salah.
Itu saja
secuil konsep leadership dari hatiku, entah apakah cocok digunakan untuk
hatimu? Hanya hatimu yang tahu. Terima Kasih.
Komentar
Posting Komentar