Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

CHAPTER 08 : Enigma Katalis

Pembahasanku tidak selamanya tentang pekerjaan kali ini akan kusisipkan tentang romansa cinta di Jakarta. Dalam suatu kehidupan pasti ada yang namanya pertama kali. Pertama kali berjalan, pertama kali berlari, pertama kali kenalan dengan seseorang, dan pertama yang lainnya hingga pertama kali jatuh cinta walau endingnya lumayan membuat sakit di kepala. Apakah aku pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya entah itu di sekolah ataupun saat kuliah? Kalo cuma lirik sana-sini sih iya, tapi untuk serius jawabannya sih tidak. Aku malu karena untuk bayar toilet umum saja masih menggunakan uang ortu saat itu. Beda cerita jika kita sudah berpenghasilan sendiri, bisa sedikit sombong dengan dada membuncah, maka pilihanku adalah merasakan cinta saat sudah berpenghasilan sendiri.    Bermula dari dua teman ibu Vivi bagian finance yang kadang datang untuk makan siang dan ngobrol bareng di meja kerja saat istirahat siang. Dari kedua teman ibu Vivi tadi ada satu orang yang menarik perhatian…...

CHAPTER 07 : BETE

Masalah yang menghadang atau mengendap di kepala kadang membuat kita stress dan kondisi ini membuat kita menjadi bete. Bete yang akan kita bicarakan di sini adalah Best Teacher buat kita sebagai pribadi, orang tua, karyawan, manager bahkan seorang pimpinan.  MT biasanya dipersiapkan oleh perusahaan untuk menjadi calon pimpinan di masa depan. Menurut saya kualitas pimpinan itu ditentukan dari dirinya sendiri, lingungan tempat kerja serta siapa yang menjadi gurunya.  Saya tidak pernah sedikitpun membayangkan akan menjadi seorang guru/tentor di tempat kerja untuk MT. Suatu tanggung jawab yang amat sangat berat, lha wong belajar untuk sendiri saja masih susah. Bahkan selama di SD, saya pernah beberapa kali nyaris tinggal kelas (di kelas 4 dan kelas 5) tapi untung saja hal tersebut tidak terjadi. Saya sendiri termasuk orang yang DDR (Daya Dong Rendah) dan perlu ribuan jam untuk memahami segala sesuatunya. Dan dengan bangga saya dapat katakan bahwa saya ini termasuk orang j...

CHAPTER 06 : TISU

Tisu di sini bukan kertas halus penyekat keringat atau pembersih kotoran di badan. Namun TISU yang saya ceritakan di sini adalah Tim Sukses.  Tidak dapat saya pungkiri, reputasi Divisi Bakery yang dulunya hanya sebagai divisi nomor dua akhirnya mengubah sejarah. Divisi kami ini melaju pelan ke peringkat pertama, hingga saat ini. Bukan hanya menggunakan strategi dan taktik yang mumpuni, tapi menurut saya karena adanya dukungan dari tim sukses dibelakangnya. Mari saya perkenalkan satu persatu. Pada awal saya menempati divisi Bakery ini tim saya hanya seorang saja dan cewek lagi, Ibu Vivi namanya. Beliau selalu marah jika saya panggil dengan sebutan ibu Vivi, bodo amat lha wong beliau senior saya. Walaupun umurnya terbilang masih unyu-unyu, kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kerjaan saya dapat dihandelnya seorang diri saja, catet : seorang diri. Tapi seiring berjalannya waktu saya pun harus belajar juga, jadi akhirnya kerjaan kami handle bersama-sama. Hal ...

CHAPTER 05 : Fear

Apakah ada rasa takut saat menjalani profesi ini? Tentu saja ada. Kekhawatiran saya bermula saat saya ditugaskan masuk ke Merchandising divisi bakery, dimana saat itu team lama akan resign. Team lama mulai serah terima dengan saya terkait kerjaan yang akan saya emban dan jujur saja waktu itu saya sendiri bingung harus bagaimana dan apa saja yang nanti akan saya lakukan ? Berikut ini tips dan trik yang saya lalukan kala itu : Pelajari aktivitas harian yang ada di divisi tersebut. Jangan takut untuk bertanya ke pada siapa saja di divisi terdekat (hal ini untuk mendapatkan masukan solusi  terbaik yang akan kita lakukan nantinya). Pelajari kerjaan admin tiap harinya. Fokus saja pada penyelesaian aktivitas harian dan yakinlah pada bulan ke-8 kalian sudah bisa melakukan kerjaan secara otomatis. Saya kemudian fokus dengan kondisi tadi sehingga beberapa bulan setelah ditinggal resign oleh team sebelumnya saya masih bisa bertahan bahkan saya sudah bisa mendefinisikan aktivitas...