CHAPTER 12 : A NEW HOPE


Judul kali ini terinspirasi dari filmnya Star Wars karya George Lucas karena ada sedikit kemiripan dengan kisah yang saya alami, saya buat dalam bentuk trilogi dan saya beri judul yang sama dengan filmnya.
Setelah sekitar 3,5 tahun berjibaku di MD, akhirnya saya dipilih oleh majemen tertinggi perusahaan untuk memimpin pabrik roti di Yogyakarta. Intuisi saya saat itu menolak tapi kesempatan hanya sekali karena itu saya coba ambil posisi ini. Prinsip saya saat itu gagal atau berhasil itu bukan lagi suatu masalah…. Belum lagi waktu itu saya sedang aktif pendekatan dengan seorang gadis yang saya pikir akan menjadi teman hidup saya nantinya…
Mungkin orang banyak yang memimpikan  posisi sebagai Branch Factory atau Kepala Cabang di suatu perusahaan karena factor kemewahannya. Awalnya pun saya berpikir demikian, tapi mimpi indah itu adalah awal dari mimpi buruk saya.
Penugasan awal saya sebagai Branch Factory Manager di bulan Februari 2015. Misi awal saya adalah membangun teamwork dari team baru saya dan juga mencari karyawan baru untuk dijadikan tenaga kerja professional di pabrik selain tentu saja supply roti untuk toko di Yogyakarta dan Semarang.
Tidak mudah menyatukan mereka semua memang karena team saya merupakan expert di bidangnya masing-masing. Mereka punya kepribadian, filosofi hidup, cara kerja dan sikap yang berbeda satu dengan yang lainnya…. What a Sxxt pokoknya…  Dan beberapa dari mereka umurnya jauh melebihi saya. This is the real problem…  Para expert senior ini tentu saja tidak akan suka jika diperintah anak muda seperti saya ini walaupun tidak ditunjukkan secara frontal, but I knew it broo….  But saya lewati kondisi tersebut dengan membentuk team khusus buatan saya sendiri dan I survived…. Saya akan ceritakan di blog lain waktu.
Singkat cerita kondisi kisruh di sana-sini saat akan pabrik akan beroperasi, keributan demi keributan tidak terelakkan sebagai contoh: miss komunikasi dengan senior manager saat opening pabrik, petty cash pabrik yang terkuras cukup banyak karena banyak kebutuhan pabrik, tabungan saya yang semakin tergerus nominalnya karena harus saya gunakan untuk menalangi pabrik supaya terus berjalan, kemudian saya harus mencari hutangan ke temen dan saudara lain sembari menunggu reimburse dari kantor pusat. Lalu harus masuk kantor dini hari untuk proses pengecekan produksi juga penanganan masalah-masalah yang terjadi di malam hari selama setengah tahun, masalah bahan baku dan bahan pembantu yang sering kurang, mesin produksi rusak, krat hilang / tidak kembali, biaya solar yang tinggi, belum lagi ditambah masalah internal pabrik dan ada beberapa hal yang memang tidak saya ceritakan untuk episode ini.
Belum lagi pikiran tentang dia - bidadari cantik jelita yang akan menjadi teman hidup saya nun jauh di sana yang membuatku sedikit gila, berputar-putar terus di dalam kepala. Di setiap kesempatan, hanyalah keberadaan dia yang kurasakan. Hadeh! kok koyo ngene sih uripku? Yah mau bagaimana lagi, hidup ya harus terus berjalan dan kaki harus terus dilangkahkan!
Hari-hari saya lewatkan dengan kondisi pikiran tidak tenang, penuh ketegangan juga kengerian. Saya diskripsikan kondisi ini seperti nyawa yang ditarik keluar masuk dari raga. Intinya mimpi buruk yang menjadi kenyataan, dan bagi teman-teman yang sudah pernah mengalami kondisi ini saya paham betul rasanya. Saya terus bertahan dengan kondisi ini dua tahun lamanya hingga akhirnya saya dikirim kembali ke kantor HO pusat masuk divisi yang dulu pernah saya cintai. Tapi semua kondisi itu sudah berubah ……

Komentar