CHAPTER 10 : IMPROVISASI


Setiap orang pasti punya cerita atau bahkan legendanya sendiri dalam bekerja. Termasuk saya, kembali ke zaman saya masih bekerja di salah satu perusahaan retail nasional dahulu selain bertugas di divisi Merchandising, saya sering kali bertugas untuk mengisi materi dalam On The Job Training (OJT) untuk Management Trainee (MT). MT di sini kebanyakan fresh graduate tapi ada juga professional yang memang disisipkan oleh management untuk memperoleh wawasan secara cepat.
OJT itu biasanya di isi oleh manager masing-masing departemen yang ditunjuk oleh HRD untuk memberikan gambaran mengenai suatu divisi terkait.  Materi yang disampaikan biasanya berupa gambaran umum divisi terkait, hubungan divisi tersebut dengan antar departemen lainnya, juga masalah-masalah yang terjadi dalam divisi tersebut.
Selain training MT saya juga sering ditunjuk untuk mengisi meeting Kepala Toko di cabang-cabang yang tujuannya adalah untuk sharing knowlwdge  terbaru dari Head Office. Bisanya untuk insert meeting cabang ini diikuti sekitar 100 orang. Saya sendiri tidak memiliki kepercayaan diri tingkat dewa sehingga untuk menyampaikan topik-topik ini kadang sangat menyulitkan. Sehinga dalam insert meeting tersebut saya isi dengan kondisi cukup memalukan di mana berlepotannya kata-kata yang saya gunakan, kesalahan gerak yang menguasai irama tubuh, dan kehilangan ingatan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
Karena berkali-kali mengalami kondisi KEFEPETISME ini akhirnya saya menemukan kekuatan saya yaitu improvisasi. Dari pengalaman yang masih membekas di benak saya terkait penyampaian OJT / insert meeting ini cenderung serius dan disampaikan seperti menyampaikan suatu mata pelajaran. Materi-demi materi disampaikan dalam bentuk slide Power Point dan biasanya hanya dibacakan saja. Begitu selesai penyampaian suatu materi manager biasanya menyampaikan pertanyaan yang sudah pasti sering didengar yaitu “ada pertanyaan? Jika tidak mari kita tutup sesi ini.”
Saya sendiri awalnya terseret dalam siklus yang membosankan ini, hingga suatu saat saya ubah mekanisme OJT / insert ini dengan cara terbalik. Terbalik di sini adalah para MT / kepala toko/ assisten kepala toko ini yang menjelaskan ke saya mengenai divisi yang saya tangani dengan pengetahuan mereka sendiri. Dan kemudian saya akan tambahkan beberapa hal yang tidak mereka ketahui.
Menurut saya OJT/insert meeting dengan system tersebut merupakan hal yang menyenangkan, karena para MT tidak hanya pasif menerima ilmu tetapi juga dituntut aktif berdiskusi tentang suatu hal yang sedikit merka ketahui.  Tidak membuat mereka mengantuk, diskusi menjadi dua arah dan banyak hal-hal konyol yang akan ditemuidalam menyampaikan materi.
Selalu ingat bahwa materi dalam Power Point hanyalah alat penunjang saja, sisanya adalah kemampuan kita menyampaikan materi. Bukan seberapa banyak  dan indahnya materi yang kamu sajikan di slide power point, tetapi bagaimana caramu menyampaikannya itu yang terpenting.
Jadi itu tadi legenda memalukan dari saya yang ternyata hanya cikal bakal dari legenda berikutnya jadi jika kalian semua sedang dalam kondisi yang sulit maka berputarlah.. Improvisasi itu 1/3 detik.. Harus putuskan sesuatu.. Kalau mau pasti mampu.
Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat. 
Terima Kasih.

Komentar