CHAPTER 03 : Ketidakpatuhan VS Keingintahuan
Saya memperoleh teguran keras dari senior manager saya di awal karier karena melangar SOP yang sudah ditentukan. Saat itu ada mesin rusak di suatu toko dan secara SOP kita diwajibkan menunggu mekanik untuk perbaikan. Mekanik sendiri tidak bisa langsung datang saat mesin rusak, mereka harus melakukan penjadwalan untuk datang ke toko. Penjualan roti fresh dari toko tersebut per harinya bisa mencapai 1 juta-an jika kita menunggu mekanik datang untuk perbaikan mesin maka penjualan roti pasti akan nol.
Pada akhirnya saya melakukan adjustmen SOP pada kondisi tersebut. Saya ambil keputusan untuk melarikan item roti ke toko terdekat lain untuk diproses di sana, begitu selesai proses item roti akan dikembalikan ke toko semula untuk dijual. Hal inilah yang memicu kemarahan senior manager saya saat itu. Karena SOP awal menyebutkan bahwa jika ada mesin yang rusak diharuskan menunggu teknisi untuk perbaikan.
Sejak peristiwa tersebut, saya yang anak baru ini menjadi seorang trouble maker di divisi fresh bakery tersebut. Saya dilaporkan ke HRD pusat untuk dilakukan pemindahan divisi, lalu akses email dan kewenangan saya dicabut oleh senior manager saya saat itu. Awalnya saya pikir hanya kerusakan teknis saja, karena sewaktu saya minta team EDP kantor ternyata akses email dan sebagainya memang diblokir dan tidak diizinkan untuk diperbaiki sampai batas waktu tertentu. So pertanyaan selanjutnya, saya harus bagaimana ?
Dalam kondisi tersebut, pekerjaan harian masih saya lakukan normal seperti biasa dan menganggap tidak terjadi apa-apa hingga suatu saat saya dipanggil kembali oleh HRD pusat untuk penilaian kerja. Ketika menghadap HRD saya pikir akan menjadi hari terakhir saya bekerja di perusahaan tersebut. Karena HRD saat itu menanyai saya tentang permasalahan yang sedang terjadi dan saya jawab dengan lantang bahwa saya memang sengaja melakukannya. Tidak lupa saya tunjukkan progress datanya. Data tersebut berisi data toko beserta sales hari berjalan. Bagaimana saya mendapatkan data tersebut ? Saat itu saya dibantu tarik data oleh ke-dua admin saya itu yaitu Ibu Rini dan Ibu Tika. (Note : Terima kasih tak terkira untuk team awal saya karena sudah berbaik hati membantu saya saat itu.)
Kenapa saya sebagai pegawai baru nekad melakukan hal tersebut? Saya pernah diajarkan oleh Dirut divisi bakery untuk melakukan pekerjaan saya dengan sebaik-baiknya, lakukan dengan segala integritas yang kamu miliki dan jika perusahaan masih tidak puas dan memintamu untuk keluar… ya keluar saja, tidak perlu takut untuk itu. (Note : Kepada Bp. JCI selaku Dirut Bakery 2011, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk supportnya karena dengan support tersebut membantu saya untuk melangkah lebih dan lebih lagi).
Saya mengakui bahwa hal yang saya lakukan tersebut suatu kesalahan. Karena tidak seharusnya SOP yang dibuat untuk kebaikan bersama dilanggar. Tapi di sisi lain saya sendiri tidak rela bila toko kehilangan sales yang semestinya.
Saya tidak merekomendasikan untuk dilakukan oleh karyawan baru. Saat itu saya hanya ingin melihat sejauh mana solusi yang saya ambil menunjukkan hasil yang optimum…. Karena itu ada kalanya kita harus memilih wilayah grey area khan? Terima Kasih.
Komentar
Posting Komentar