CHAPTER 01 : Awal Perjalanan ke Barat
Oktober 2010, tanggal 04 adalah awal saya menginjakkan kaki
di Jakarta untuk bekerja. Sebagai putra daerah saat menginjakkan kaki di
Jakarta membuat saya kagum dan banyak meneriakkan kata Wow dari mulut saya
sambil ternganga. Mulai dari design mallnya, mekanisme pembayaran, item-item yang dijual, transportasi, parking hingga berbagai macam layanannya. Kota ini begitu hidup, penuh warna-warni, apapun ada di sini sangat amazing.
Saya jatuh cinta pertama kali dengan kota Jakarta saat saya ambil mata kuliah KL - Kuliah Lapangan di salah satu universitas swasta berlokasi di Yogyakarta. Mata kuliah KL ini mewajibkan kami para mahasiswa untuk studi banding perusahaan dengan tujuan melihat dunia kerja secara langsung mulai dari proses raw material hingga menjadi barang jadi. Saat itu kami kunjungan di dua perusahaan manufaktur besar yaitu di OMRON dan Multibintang Indonesia. KL berlangsung selama dua hari dua malam dengan jumlah 40 orang.
Di perusahaan retail ini, saya mendapat kesempatan bekerja di bagian operasional retail
untuk pertama kalinya. Posisi saya saat itu adalah MT operasional. Selama sebulan saya bekerja keliling dari toko ke toko untuk acting sebagai pramuniaga,
pemegang shift dan assisten kepala toko.
Ketiga posisi tersebut merupakan posisi terberat di
operasional, kenapa? Karena posisi tersebut merupakan ujung tombak untuk
mendulang pundi-pundi rupiah. Fisik dituntut kuat dan harus selalu dalam
kondisi prima. Sebagian waktu kerja dihabiskan hanya untuk berdiri dan untuk
melayani, sedang waktu istirahat terasa sangat singkat walaupun hitungannya
tetap satu jam. Selain itu di operasional harus siap untuk menerima complain
langsung dari konsumen apabila ada kondisi tertentu (sebagai contoh bila harga
di system dan harga price tag tidak sama atau hadiah promosi habis dan lain
sebagainya).
Belum lagi jika kita ambil long shift dimana shift 3 (15.00 -
23.00 WIB) disambung ke shift 1 (23.00 WIB - 07.00 WIB) rasanya luar biasa. Bisa
dibayangkan rasa lelah, ngantuk, tubuh terasa demam, campur menjadi satu rasa.
Kondisi ini bertambah berat saat akan tutup shift 1 karena koordinasi tubuh dan
pikiran sudah sangan sulit disinkronkan. Untuk mempertahankan kondisi tetap fit
disarankan bawa cemilan untuk dimakan, kondisi ini diperlukan untuk menjaga
agar perut tidak kosong.
Hal yang paling menyenangkan saat itu adalah bisa ketemu
temen-temen Management Traiee saat pulang kerja di malam harinya. Banyak cerita
untuk diceritakan saat istirahat di malam harinya apalagi ditambah hang out di
warung / tempat nongkrong legendaris.
Awalnya saya sendiri hampir menyerah menghadapi kondisi ini,
hanya saja waktu itu umur, fisik dan tenaga saya masih 100% tapi saya siap
hadapi hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan untuk
pembelajaran. Hingga tiba saya pindah posisi dari operasional menjadi
Merchandising Development untuk kantor pusat.
Yup, itu sedikit gambaran saya waktu kerja awal di Jakarta.
Berat tapi juga lumayan menyenangkan. Semoga share saya ini dapat memberikan
gambaran untuk rekan-rekan semua yang berencana atau akan kerja di Jakarta.
Sekian
dan terima kasih.
Komentar
Posting Komentar