CHAPTER 42 : MANUAL USER UNTUK MELUPAKAN PATAH HATI

Setiap kisah tidak semuanya berakhir bahagia pasti ada juga yang berujung sedih. Karena itu aku ucapkan terima kasih pada setiap kisah yang telah terlewati bahwa setiap luka akan menambah ketabahan serta selalu ada pelajaran untuk dibagikan. Aku menemukan tiga point penting untuk dibagikan dari tragisnya kisah cintaku dan semoga bisa menjadi insight untuk kita semua.

Point petama. Manusia itu makhluk dinamis (2015). Perlu diingat bahwa sejatinya manusia itu adalah makhluk dinamis. Sesuatu yang dinamis tidak bisa dijadikan untuk tujuan hidup. Bukan suatu hal yang bijak jika saat nanti kamu bertemu dengan seorang pujaan hatimu kemudian kamu menjadikan mereka tujuan hidup. Kenapa? Manusia akan selalu dihadapkan dengan suatu kondisi tidak menentu, kondisi yang dihadapi akan membuat manusia beripikir ulang tentang keputusan yang akan dia ambil. Ketika manusia berubah pikiran tidak lagi menginginkan manusia lain ada dalam hidup mereka maka bersiaplah mengubah tujuan hidup.

Point kedua. Cintai diri sendiri (2018). Fokuslah pada dirimu sendiri dan apa yang menjadi minatmu karena kamu akan bersinar dengan sendirinya. Sinar itu yang nantinya akan membuat orang-orang tertarik pada dirimu bro. Tidak perlu semengejar itu demi orang lain, jangan semengemis itu. Jika mau kenapa tidak saling menghampiri, saling berjalan bersama dan jika dianya tidak mau toh dirimu masih bisa berjalan sendiri.

Point ketiga. Berbiasalah dan berbahagialah (2023). Seberapa dalam kamu menyukai seseorang jangan terlalu memikirkannya. Tidak perlu memikirkan apakah kalian akan akan berakhir bersama, tidak perlu memikirkan apakah dia yang kamu damba akan menemanimu sampai akhir. Setiap orang yang muncul dihadapan kita adalah hadiah yang diberikan Tuhan kepadamu, mereka muncul untuk menerangimu dan memberikan kehangatan kepadamu. Terima dengan lapang dada setiap saat yang kalian lalui bersama meskipun suatu hari nanti kalian akan berpisah. Tetap bersyukur dan mengenang perjalanan yang kalian lalui bersama.  Tidak ada yang abadi di dunia.

Bagi para kaum patah hati, pemuja lara, pemapah air mata dan para pejuang cinta di luar sana jika kamu masih menderita hingga saat ini karena patah hati, cobalah pahami kembali tiga point yang saya tulis tadi, tentu saja tidak semudah menjentikkan jari karena tiga point ini perlu pemahaman pikiran dan kejernihan hati. Saya sendiri membutuhkan sembilan tahun untuk mendapatkan esensi tiga point yang kutulis ini. Semoga Bermanfaat !

Komentar