CHAPTER 40 : TAK LAGI SE-IYA DAN SE-KATA
September 2021, Upayaku mengubah perusahaan ke arah yang lebih baik tidak pernah kesampaian. Segala cara yang kurintis sejak awal terkait SOP dan juga aturan gagal di perjalanan. Hanya berjalan beberapa bulan saja. Mengapa bisa terjadi ?
1. Dengan
adanya SOP dan tata tertib banyak celah yang sudah tertutup hanya saja karena
owner lebih percaya pada omongan karyawan lama maka minta saya kembali ke cara
lama. Tak masalah. Sebagai contoh : Pembelian yang menggunakan cara membuat
estimasi kebutuhan per bulan dan baru dibuat Purchase Ordernya akhirnya diganti
dengan ke cara lama dimana Purchase Order dibuat kira-kira saja tanpa
memperhitungkan kebutuhan per bulannya.
2. Owner
meminta dikembalikan ke cara kerja lama karena cara kerja yang baru dianggap
tidak berguna. Sebagai contoh: kiriman ke pelanggan yang dilakukan di H-1
diubah dan kembali ke pola lama yaitu pengiriman di hari H. Menurut pemilik
kiriman H-1 ini mengurangi pendapatan padahal secara data kuantitatif (angka,
grafik dan alat ukur tertentu) tidak demikian.
Konsep-konsep
managemen gaya baru yang kuperkenalkan akhirnya kembali ke management gaya
lama. Yang jadi permasalah penggunaan management gaya lama ini lebih banyak
menguras tenaga dan pikiran belum lagi masalah yang ditimbulkan hanya itu-itu
saja.
Sekali lagi
bukan masalah, buatku. Kadang memang suatu perubahan adalah monster yang
menyeramkan untuk beberapa pihak. Tak lupa memo perubahan selalu kubuat dengan
tujuan untuk rekam jejak perusahaan tujuannya untuk evaluasi di suatu masa
nanti mana metode yang paling baik dan efektif, tapi entah memo ini bakal
digunakan oleh owner atau tidak.
Hari demi
hari kulalui pekerjaan ini tanpa perubahan yang berarti masalah-masalah berulang
masih saja terus terjadi. Saya hanya bisa memonitoring kendalanya saja tanpa
bisa melakukan apa-apa karena memang demikian adanya. Berkali-kali omogan
perubahan selalu didengungkan oleh owner perusahaan dan saya diminta melakukan
perubahan tetapi tidak boleh merubah sistem lama (everything is manual), lalu bagaimana
saya bisa merubahnya coba?
Saya kembali
ke titik awal dimana posisi sebagai BM tapi tugas-tugasnya sebagai support
sistem. Hasrat saya belajar sistem semakin besar dimana saya kemudian coba
mempelajari sistem order, sistem stock dan sistem akuntansi perusahaan. Kendala-kendala
yang timbul saya coba catat di buku saya, saya pikirkan solusinya dan kemudian
saya coba buatkan pemodelan sistem untuk program bantu sederhananya. Padahal
waktu kuliah dulu pemodelan sistem adalah mata kuliah yang paling aku benci,
karena susahnya luar biasa sedang kapasitas otakku tidak kuat menerimanya. Baru
kusadari sekarang bahwa BENCI itu memang Benar-Benar Cinta… Weleh…
Program bantu
sederhana terakhir yang saya buat di perusahaan ini adalah : 1) program
menghitung gaji, 2) program budget dan 3) program insentif untuk marketing dan
driver. Saya terus bekerja sebagai support sistem sampai saya resign di bulan
Februari 2022.
Pada akhirnya saya memutuskan mengakhiri
semuanya bukan karena saya tidak mencintai pekerjaan ini tetapi karena tujuan
perusahaan dan visi saya mulai berjalan ke arah yang berbeda. Ingat resign
bukan berarti kemunduran, tetapi perjalanan untuk mendapatkan yang lebih baik lagi.
Terakhir,
besar harapan saya agar para pemilik/owner perusahaan mau belajar memahami
aturan dan tata tertib sesuai dengan perundang-undangan, Standar Operating
Prosedur (SOP) serta alur kerja perusahaan mereka sendiri (pemasukan,
pengeluaran, stock dan pencatatan akuntansinya) supaya tidak mudah tertipu oleh
oknum-oknum internal perusahaan yang mempunyai tujuan tidak benar. Belajar !
Belajar ! Belajar !
Komentar
Posting Komentar