CHAPTER 39 : MIMPI

 November 2021, Aku jarang bermimpi, entahlah sekali diberi mimpi kok melekat erat di relung hati dan tidak mau pergi.  Saya mendapatkan mimpi dengan tema yang sampai tiga kali banyaknya dengan situasi cerita yang berbeda.

Mungkin, saya sedikit gila jadi setelah mendapatkam mimpi tersebut saya kemudian merenungkan kembali berkali-kali. Saya coba abaikan kok pikiran saya kembali lagi.

Saya hobby nonton film, dan kebetulan saya sering baca-baca review film entah mengapa waktu itu saya tertarik pada tema couple terbaik di film Korea. Ada satu judul film di sana yaitu START-UP dengan bintangnya Bae Suzy dan Nam Joo-hyuk. Melihat bintang filmnya cantiknya saja begini apalagi filmnya, batinku.

Akhirnya saya download film tersebut lalu menontonnya. Fokus saya awalnya pada si cantik Bae Suzy ini, tapi kok tiba-tiba akhirnya melenceng ke cerita. Saya menikmati detail ceritanya bukan lagi ke pemainnya karena di sanalah mimpi saya ada.

Setelah selesai nonton, hati saya jadi berdegup tak terkira, pikiran saya kembali meyakinkan bahwa mimpi ini bisa dicapai seperti yang ada di film START-UP ini tapi di satu sisi keraguan menyapa dengan percaya dirinya bahwa kejadian di film itu fiksi belaka hanya berdasarkan ide saja.

Akhirnya saya hubungi beberapa teman saya untuk mewujudkan ide gila ini, banyak yang menyangkal, menolak bahkan menyarankan bahwa sebaiknya saya sadar diri. Baiklah, saya kemudian menghubungi senior saya dulu saat bekerja di Indomaret, apakah kira-kira beliau mau bantu saya mewujudkan kegilaan ini.

Saya kirim chat via wa untuk ketemuan, lalu akhirnya kami bertemu du Café Artemy, pulang kerja, kira-kira pukul 18.00 WIB.  Pada pertemuan pertama itu di tanggal 01 Desember 2021, beliau mendengarkan dengan seksama apa yang menjadi ide absurd saya, sambil sesekali mengangguk-anggukkan kepala, entah tanda paham atau berpikir temannya ini sudah gila.

Beliau kemudian memberikan wejangan berikut : “ Dulu guru saya kasih kata-kata seperti ini mimpi yang sudah dipikirkan harus direncanakan.. setelah direncanakan harus dilakukan dengan komitmen untuk bisa menjadi kenyataan.” Saya iyakan dengan ucapan terima kasih, lalu kami berpisah untuk kembali ke rumah-masing-masing.

Tanggal 20 Desember 2021, saya kembali mengundang pak Desvi meeting di café Artemy. Kami berdua kembali duduk berhadapan. Segelas Capucino dan wedang sereh beserta rombongan kentang, jamur dan korket goreng menemani kami waktu itu. Saya kemudian menyerahkan proposal program yang saya beri judul Project M.B.A D.E.S.Y.

Sekilas saya perhatikan raut muka pak Desvi waktu yang penuh kekagetan, saat saya presentasikan ide yang menjelma menjadi draft presentasi program beserta langkah-langkah pencapaiannya.

Setelah saya selesai presentasi, dan saya konfirmasikan apakah beliau kaget.. ternyata benar, beliau kaget karena hanya dalam beberapa hari ide absurd itu berubah menjadi draft presentasi beserta langkah-langkah yang harus ditempuh. Setelah meeting ke dua terebut saya melihat pak Desvi sangat antusias sekali terkait pembuatan program ini.

Tanggal 22 Desember 2021, di tepat yang sama seperti sebelumnya kami berkumpul bertiga yaitu saya, pak Desvi dan pak Supri tujuannya untuk perkenalan anggota, mematangkan draft program yang akan dibuat serta pencarian programmer untuk pembuatan program. Pak Supri ini adalah teman sekantor saya saat di perusahan plastic dan mempunyai gelar akutan.

Tanggal 26 Desember 2021, kami bertiga meeting dengan developer software lokal guna membahas pembuatan prototype, bentuk kerjasama dan badan hukum perusahannya.  Hasil yang kami cukup menjanjikan waktu itu karena kami mendapatkan kepastian bahwa program pasti bisa dibuat. Hanya saja setelah mengalami meeting-meeting lanjutan, action dari meeting ini banyak berubah dari sisi developernya sehingga kami bertiga memutuskan tidak menggunakan developer tersebut.

Hingga 06 Januari 2022, angin mulai berhembus ke kami bertiga karena ada tetangga saya dulu yang mau membantu kami jadi programmer yang sekaligus akan menjadi Chief Of Technology Officer kami kedepannya.

Itulah sekelumit cerita awal tentang mimpi yang coba direalisasikan dan diupayakan. Nantikan kisah selanjutnya karena kukira bakalan mudah ternyata amatlah susah nian…

Komentar