CHAPTER 37 : PAHIT NAMUN SERU, HANGAT TAPI SENDU PART PERTAMA
Bagi yang
menyukai cerita romansa, blog kali ini akan membahagiakanmu karena aku kembali
membagikan cerita tentang romansaku dengan balutan komedi dua babak. Tak lupa
kusisipkan beberapa kata-kata saduran dari puisinya Wiranagara, penulis favoritku.
Duduklah di kursi empukmu, siapkan makanan favoritmu lalu jangan lupa
menyeruput kopi hangat kesukaanmu.
Masa lalu, Januari
2020, Tuhan bagaikan teman bagiku, tidak pernah membiarkanku memeluk
kesendirian dan selalu memberikan kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan
karena aku kesampaian mendapatkan contact person idolaku The Anker Girl gara-gara
ada acara nikahan mantan teman kerja.
Menggoda
sesosok idaman adalah suatu hal yang minim resiko. Dibiarkan wajar, dibalas,
senangnya tak keruan. Siapa tau khan.. batinku.
Diiringi
dengan decak kagum tidak berkesudahan akhirnya aku mendapatkan kesempatan
janjian ketemuan dengan The Anker Girl yang punya rencana main di Jogja hari
jumat – hari minggu waktu itu.
Hari jumat
malam, kami berjumpa di sebuah resto yang bernama Silol lokasinya di daerah Kota
Baru, Yogyakarta. Kita.. eh? maksudnya aku berhasil menemui nya atau mungkin dia
yang terpaksa menerima ajakanku. Itu alasannya muka dan gestur canggung saat
bertemu dengan diriku.
Kau menyapaku
yang tengah berdiri memaku, walau tidak ada iringan musik dan gerak lambat
seperti awal temu di film Bollywood itu, kamu terlihat masih saja cantik,
secantik dirimu saat awal ketemu dulu… uwuwuwuwu
Akhirnya aku
yang kebingungan membayangkan mungkinkah ada kesempatan lain setelah hari itu
atau engkau hanya akan menjadi sekejap yang membekas di dadaku.
Kami ngobrol
tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan, masa lalu sampai pada masa depan. Suasanya
terasa begitu menggoda sampai-sampai tak sadar waktu sudah harus memisahkan.
Waktu tepat
menunjukkan pukul dua puluh tiga dan sampailah kita di penghujung acara, cukup
senang juga mendapatkan kesempatan ketemu dengannya. Saat aku bersiap melintasi
batas waktu di menit terakhir, tidak disangka dia mengajakku untuk bertemu
kembali, di pantai Woh Kudu Wonosari… Lalu apakah ini yang namanya harapan?
Atau awal mimpi buruk tak berkesudahan?
To Be Continued…
Komentar
Posting Komentar