CHAPTER 30 : LEMBARAN BARU

November 2019, Bisnis yang kurintis ternyata tidak membawa hasil yang signifikan dan akhirnya gagal di perjalanan. Kegagalan di sini faktor utamanya adalah di tempat usaha yang terletak di perumahan. Memang ada pembeli rutin hanya tak sepadan dengan penjualan bulanannya. Jadi akhirnya kuputuskan untuk mencari pekerjaan lagi di Jakarta.

Baru kusadari segencar apapun kamu promosi lewat online jika kamu tak dikenal secara fisik maka percuma saja jualanmu. Pointnya adalah kamu harus dikenal dulu secara lokal, online itu hanya tambahan saja.

Saya kemudian rutin apply lewat online ke puluhan perusahaan, hanya saja hingga akhir Desember 2019 belum ada panggilan. Tidak mengapa, awal sulit tapi akhir bahagia itu pendapat aku, toh semuanya berlandaskan doa juga.

Pada minggu terakhir di bulan November 2019, saya diajak menemani om dan tante untuk ikut reuni sekolah mereka. Sore itu saya iseng ikut saja karena tidak ada kegiatan, dan siapa tahu dapat kenalan atau gebetan, ya tidak? (seperti biasa harapan yang terlalu tinggi). Kenyataanya di TKP, saya hanya main HP, sambil melihat-lihat aktivitas orang-orang yang dikerjakan saat reuni, tampak normal, semua orang saling berbaur ngobrol sana-sini dan kondisi ini membuatku melayang ke langit yang penuh bintang-bintang hingga tepukan di pundak menyadarkan ku dari lamunan. Ternyata ada teman dari tante aku yang ingin ngobrol dengan saya terkait dengan pekerjaan. Hah? Ada yang mau menawarkan kerjaan? Padahal saya sudah daftar di onlinan lebih banyak penolakan. Ah… yang benar saja.

Seperti biasa, saya sangat senang sekali ketika bertemu orang karena bisa banyak belajar. Mulai dari bertegur sapa hingga masuk ke topik utama. Bapak Iman, sebut saja saat ini membutuhkan tenaga kerja untuk membantu di perusahaanya. Beliau sudah memasuki masa pension dan akan menyerahkan tongkat estafet ke putra tunggalnya. Saya paham terkait kondisi tersebut, beliau membutuhkan orang-orang yang bisa dipercaya untuk menjalankan perusahaan saat beliau pensiun.

Dari perbincangan yang aku tangkap, ternyata perusahaan ini sudah beroperasi sejak dahulu kala. Hanya saja untuk maju mengalami banyak kendala mulai dari masalah sumber daya, perpajakan hingga masalah internal dan saat itu perusahaan sedang dalam proses pembayaran hutang karena penunggakan PPN.

Awal mula saya merasa ragu, apakah akan join forces dengan perusahaan ini. Iseng-iseng sajalah saya kirimkan surat lamaran kerja ke tempat yang sudah di tuju. Satu minggu kemudian di awal bulan Desember 2019, mingu kedua saya mulai dipanggil oleh salah seorang manager di sana untuk interview. Interview, setelah sekian lama… tapi tidak membuat saya minder atau takut, karena selama petualanganku di Yogya bertemu banyak orang dari berbagai lapisan yang membuat ketiadaan gerak canggung sehingga membuat saya membiasa untuk hal-hal seperti ini.

Awal bulan Desember 2020, saya dipanggil kembali untuk pembicaraan terkait masalah negosiasi gaji. Standar gaji saya pasang tinggi based on pengalaman sebelumnya. Saya sempat berdiskusi dengan manager yang ada di sana, bahwa jika ingin kerja di sana, gaji yang diminta bakal tidak akan bisa disamakan dengan standar Jakarta. Oh, tentu saja…Saya paham akan hal itu. Tetapi tetap saja saya pasang standar dua digit untuk Yogyakarta, kenapa? Pertama, saya ingin bereksperimen saja dan yang ke dua, target ku adalah comeback ke Jakarta so jika memang tidak keterima juga tidak apa-apa.

Minggu ke-3, saya diundang kembali untuk kembali negosiasi gaji dan fasilitas. Hebat sekali perusahaan ini, biasanya perusahaan jika ada calon karyawan yang tidak memenuhi kriteria mereka tidak akan meanggil kembali, lha ini kok sampai pertemuan ke tiga? Ada-ada saja. Masih saja kami sepakat untuk tidak sepakat di nilai salary yang sama seperti awal mula. Hingga di minggu ke-4 bulan Desember 2020, saya kembali lagi ke perusahaan untuk nego salary di perusahaan. Dan akhirnya, keputusan membawa kami untuk sepakat satu sama lainnya, memang aku tidak mendapatkan sebesar yang saya inginkan di awal, tetapi tetap saja nominal masih besar.

Januari 2020, tepatnya tanggal 02 akhirnya saya perdana bekerja di Perusahaan plastic ini. Perusahaan ini ternyata memiliki 5 jenis macam usaha 1 perusahaan dalam bentuk pabrik pemotongan, 2 perusahaan dalam bentuk distribusi dan 2 perusahaan dalam bentuk retail. Tugas saya membantu percepatan untuk mengembangkan perusahaan. Sangat menantang bukan? Tentu saja, saya akan ceritakan di episode selanjutnya apa saja yang dilakukan di sana.

Komentar