CHAPTER 27 : MY LIFE AFTER RESIGN

Mei 2019, setelah Resign dari perusahaan perhiasan di Bandung saya kembali bingung apa yang harus ku lakukan untuk mengisi waktu luang sembari mencari kerja yang lain lagi.

Teman dan kenalan saya tanyai apakah tempat mereka buka lowongan kerja hanya saja kondisi masih belum berpihak.

Pernah saya mencoba menjadi pemburu dollar dengan mengisi quesioner secara online untuk keperluan survey dan saya lakukan hanya beberapa bulan saja. Saya pelajari ada beberapa lembaga survey online yang memang melakukan pembayaran dengan menggunakan dollar. Hanya saja untuk mendapatkan 1 dollar perlu mengumpulkan dari serpihan koma dan ini yang menjadikannya cukup susah dan hal ini tidak cocok dengan lentera jiwaku.

Pernah juga ingin jualan masakan, hanya saja tempat tidak memungkankan karena lokasi di perumahan dan jarak ke jalan raya lumayan jauh. Lalu juga pernah belajar menjadi trader tetapi hanya beberapa minggu saja dan tidak aku lanjutkan hingga aku menemukan apa yang menjadi kesukaanku.

Jadi apa yang saya lakukan? Saya nekat buka warung di garasi pada akhirnya. Mengandalkan program PPOB yang saya punya. PPOB (payment point online bank) adalah sistem pembayaran online dengan memanfaatkan fasilitas perbankan, Seperti pembayaran tagihan PLN, TELKOM, PDAM, cicilan Motor Dan lain-lain. PPOB tidak hanya melibatkan jasa perbankan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga melibatkan lembaga switcing sebagai pengatur lalu lintas data, dan terakhir outlet-outlet atau loket-loket PPOB yang melayani langsung ke pelanggan. Sebenarnya saya tidak hanya menjalankan PPOB saja bahkan berjualan sistem PPOB nya juga.  

Memang keuntungan dengan jualan PPOB ini tipis tapi setidaknya saya sudah mulai melangkah menjadi owner minimal untuk diri sendiri lah ya.

Awal buka luar biasa karena tidak ada pembeli yang tertarik datang ke tempat saya. Lalu akhirnya kuputuskan untuk membuat papan nama, dan well … tentu saja masih tetap nihil hingga akhirnya bulan keempat saya tutup dengan keuntungan hanya rp. 50.000,- saja. Luar biasa pikirku, jika saya bandingkan dengan gajiku dulu. Hari demi hari saya habiskan dengan membantu konsumen mulai dari pembelian pulsa, print, scan sampai dengan konsumen minta service software smartphone segala. Ada-ada saja memang, saya sendiri belum pernah menangani Smartphone orang lain suatu pembelajaran hal baru. 

Pembayaran di tempat aku tentu saja dengan uang. Mulai dari receh hingga ribuan. Apakah saya pernah dibayar dengan makanan (Note : sekotak kue)? Tentu saja pernah, cool right?

Pernah juga saya mendapatkan 3 M, luar biasa bukan coba bayangkan 3 M - Maturnuwun Makasih Mazeehhh - uhuiii… Gileee lhooo….

See you next chapter…..

Komentar