CHAPTER 26 : MENUJU BANDUNG

Maret 2019, peluang demi peluang baru mulai terbuka buat saya setelah mengikuti berbagai macam workshop. Salah satunya adalah diterimanya saya di perusahaan perhiasan MT Jewerelly di Bandung sebagai Sales. Penempatan untuk sales cabang Yogyakarta, hari kerja Senin – Sabtu, kelihatannya sih worth it dan cukup menarik. Itu gambaran aku di awal.

Pertama kali panggilan di bulan Maret 2019, saya kemudian memenuhi panggilan tersebut ke Bandung. Tiket PP dan hotel sudah disediakan oleh perusahaan, saya pikir lumayan lah ya.  Lokasi perusahaanya ada di Dayeuhkolot, Bandung. Wilayah banjir dan saya sempat merasakannya juga saat bekerja di sana.

Test ada 3 bagian, yaitu : 1) Test tertulis, dilanjutkan 2) test wawancara dan terakhir 3) Test kesehatan. Saya berhasil lolos untuk ke ketiga test tersebut.

Dan pada 01 April 2019, saya memulai debut di Bandung sebagai karyawan training. Kadang kita dibutakan oleh angan-angan dan kesombongan. Saya berpikir dengan 8 tahun bekerja di perusahaan nasional bisa membantu memudahkan segala macam upaya aku untuk meraih kesuksesan.

Saya begitu percaya diri dengan keahlian dalam berkomunikasi dan dalam pengambilan keputusan taktis ternyata saya salah besar bukan hanya skill itu saja yang penting tapi stamina juga pengetahuan tentang barang menjadi hal terpenting dan Sales bukan bidang keahlian saya.

Minggu demi minggu saya habiskan dengan belajar, mengenal, menganalisa dan mencoba untuk menikmati pekerjaan menjadi Sales ini. Saya belajar untuk berkomunikasi, belajar untuk menguatkan mental dan pikiran karena pergi pagi pulang malam, hari-hari tertentu aku harus bangun pagi-pagi buta untuk melakukan perjalanan ke Jakarta dan mempersiapkan fisik guna menghadapi pameran-pameran lokal maupun di Jakarta. 

Ketika mengikuti pameran, kita dituntut harus punya fisik prima dan juga daya ingat barang yang baik. Karena hampir seharian (mulai pukul 08.00 sd 22.00 WIB) kita melayani pelanggan dari berbagai macam perusahaan dari berbagai macam kota di Indonesia.

Jadi begitu training selesai, dan saya dinyatakan lulus sebagai karyawan perusahaan. Tanpa pikir Panjang saya langsung memutuskan untuk resign. Saya merasa menjadi sales bukan merupakan passion kehidupanku jadi baru sebulan bekerja sudah keluar saja. Yah apa daya, karena Sales bukan hal yang paling saya suka, maka suatu hal yang wajar jika langsung melepaskannya.

Passion / Lentera jiwa memengang peranan penting di sini karena akan menjadi penuntun jiwa seseorang dalam menjalani kehidupan. Pesan saya kepada kalian semua adalah jika suatu pada waktu kalian diarahkan passionmu kearah yang kamu sukai tapi penuh dengan ketidakmungkinan, bertahanlah sejenak di sana.

Roda waktu akan terus bergerak maju dan apabila kamu masih bersabar akan tiba di suatu waktu yang paling mulia, dimana penantianmu akan berbalik menjawab semua tangis dan usahamu.


Komentar