CHAPTER 22 : DAIRY 1 DIVISION CHAPTER 2

Melanjutkan cerita sebelumnya di Chapter 1, pekerjaan di divisi ini begitu melelahkan selain sistem yang kompleks ditambah dokumen administrasi yang terpending di tahun sebelumnya diperparah atasan yang maunya beres dan selalu saja menyalahkan team dibawahnya tanpa paham kekompleksan di divisi ini.

Setelah ditinggalkan oleh rekan saya Vicimus yang akhirnya memperoleh kebahagiaan dengan dipindahkan ke cabang semarang saya akhirnya dipilihkan oleh atasan rekan kerja pengganti Vicimus ini. Bp. Robertus Namanya, lulusan S2 juga dan sudah bekerja di indomaret 15 tahun lamanya. Selain Bp. Robert, saya kedatangan satu admin cewek untuk memperkuat divisi dairy 1 ini.

Seperti kapal yang sedang berlayar di lautan badai, kondisi kamipun saat itu terombang-ambing oleh ketidak pastian sama seperti jawaban darimu saat kuungkapkan perasaan… dan terjadi lagi, maaf kebablasan. Karena kondisi yang tidak kondusif dimana saya dan team selalu dipersalahkan karena banyaknya masalah maka saya susun strategi untuk pembagian kerjanya.

Solusi yang bisa saya capai saat itu adalah Saya fokuskan pada penyelesan dokumen administrasi dan juga pembuatan program bantu dengan menggunakan excel untuk all unit. Sedang Bp. Robert dan team membantu saya di bagian operasional kerjanya. Sistem saya buat dalam waktu 3 bulan untuk database dan juga perapian dokumen kerjanya (estimasi manual dan juga pembuatan trading termnya). Sistem awal sudah ada dan sudah diperisapkan oleh Mr. Vicimus hanya saja karena kompleks akhirnya saya buat sistem baru sampai sistem official di Dairy 1 selesai.

Saya dan Bp. Robert banyak menelan pil pahit atas permasalahan yang timbul entah itu dari data toko yang tidak diupdate sampai pembuatan Budgeting yang hanya dibuat ½ hari karena atasan tidak mau berdiskusi dengan kami seminggu sebelumnya. Puncaknya adalah dimana kami mengalami kerugian Rp. 900 juta di divisi Dairy 1 karena adanya promo heboh untuk telur waktu itu dan waktu itu dibuat olah MD sebelumnya lalu saat rapat koordinasi bulanan kami pun di sidang sendiri dan dimarah-marahi lagi oleh Sr. Manager kami. Saya mengingat satu hal penting saat itu saat Sr. Manager kami mengatakan bila kami bisa membalikkan kondisi dimana divisi dairy 1 ini bisa untung lagi maka kami akan ditraktir makan enak dan ternyata ada yang kalah taruhan karena dalam waktu 3 bulan divisi dairy 1 sudah untung kembali.

Untungnya hati saya sudah terbiasa untuk hal-hal semacam itu, dimarahi, disuruh revisi, dan diminta mencari kabar dia yang telah lama pergi namun tak pernah kembali…

Awal tahun 2018, kami mengalami pergantian Direksi. Pergantian ini membawa dampak yang cukup besar bagi kami karena banyak teman-teman kami dari berbagai divisi akhirnya resign satu-persatu. Bahkan tentor, guru, teman, juga sahabat terbaik saya Mr. Desvi, berani-beraniya meninggalkan saya sendirian di HO berbalut lara dan nestapaaa walaupun beliau sudah diberikan tahta. #$! you Mr. Desviii, you break my heart !!!!

Bagaimana tidak, prediksi saya lara yang mendera, perih yang merintih itu bakalan hilang karena pergantian baru ini, saya berharap dengan perubahan bisa menikmati kehidupan baru nyatanya badai patah hati itu kembali lagi, padahal yang lama saja belum pulih. Belum lagi diperkuat mimpi-mimpi kampung halaman yang selalu menanti membuat hatiku retak dan akhirnya aku memilih untuk berkelana ke lain hati …


Komentar