CHAPTER 20 : DAIRY 1 DIVISION CHAPTER 1
Kepindahan saya ke divisi baru tidak membuat saya happy ternyata. Saat itu saya membuat keputusan yang salah saat memutuskan untuk menyetujui pindah divisi. Kondisi yang ada di divisi ini adalah kondisi yang tidak karuan dimana system yang digunakan bermacam-macam. Berikut beberapa break down kendala yang terjadi :
- Masalah sistem. Sebagai contoh: Kiriman item telur negeri ke toko menggunakan 2 cara kirim yaitu kiriman langsung oleh seller dan kiriman lewat DC. Itu baru untuk item telur negerinya, belum untuk telur kampung dan telur asinnya.
- Masalah alokasi telur ke toko. Cara alokasi ke tokonya ada yang menggunakan system PB otomatis maupun alokasi manual.
- Belum lagi Sistem Permintaan Barang otomatis (PBO) yang tidak terbaca oleh system. Sebagai contoh: ada toko yang tidak keluar ordernya, menurut logika jika Item di toko masih ada sekitar 75% maka toko tidak keluar order. Kemudian bagaimana untuk toko yang tidak taat administrasi? Apakah PB akan keluar? Lalu bagaimana Jika toko tidak melakukan input administrasi untuk retur / barang rusaknya? Apakah order akan terbaca di system? Tentu saja tidak.
- Masalah promosi. Biasanya untuk melakukan promo perlu setting system terlebih dahulu H-7 promo supaya PB di toko bisa lancar berubah. Kenapa? Hal ini ditujukan untuk menaikkan stock untuk menjaga ketersediaan barang saat promo. Mungkin ada dari kalian yang berpendapat hal ini mudah dilakukan tinggal ubah saja sistemnya, bagi saya tidak karena PB otomatis apabila diubah di hari H-1 belum tentu PB akan keluar di hari H, kenapa? Bukankah system diubah H-1, data akan berubah di esok harinya? Memang tapi tidak semudah itu kawan… Bagaimana dengan jadwal ordernya jika misalkan saja promo hari kamis PB otomatisnya muncul di hari Senin? Hal itu tentu saja akan mengubah jadwal PB Otomatis dan jadwal kirim seller ke toko bukan… Apakah seller siap? Katakanlah jika seller siap kirim apakah toko bisa terima item? Belum tentu akan ada yang namanya pending barang. Jika barang pending apakah bisa langsung diproses? Tentu saja tidak karena anak toko harus update data, kemudian tertib administrasi dahulu. Lalu akhir yang paling berbahaya adalah saat seller tidak terima BTB toko karena lupa atau BTB hilang di toko…. Proses yang lumayan complicated kawan dan managemen maunya harus jalan saat itu.
Sebelum
membahas lebih lanjut, Divisi dairy ini dibagi menjadi 5 kategori : 1) Telur
ayam negeri BKL isi 10 butir, 2) Telur ayam negeri DC isi 10 butir, 3) Telur
ayam kampung omega 3 isi 6 butir , 4) Telur ayam kampung isi 6 butir, dan 5)
Telur asin isi 4 butir. Lima kategori
ini yang existing digunakan pada saat saya bekerja di sana, sebelumnya ada
lebih dari lima tepatnya 12 kategori yang pada akhirnya hanya digunakan 5 saja.
Kiriman di dairy 1 ini masih sama dengan divisi sebelumnya yaitu menggunakan :
- Kiriman via BKL dan Kiriman via DC. Kiriman via BKL digunakan untuk tem telur ayam negeri.
- Sedangkan kiriman via DC untuk item telur ayam negeri (toko yang letaknya tidak bisa dijangkau oleh BKL), telur kampung, telur ayam kampung omega 3 dan telur asin.
Mekanisme order akan saya bahas di tulisan saya berikutnya, karena memang sedikit kompleks seperti hubungan percintaan antara diriku dan dirimu yang tidak pernah nyambung-nyambung... Halah.. Halah..
Sekian dan terima kasih.
Komentar
Posting Komentar