CHAPTER 16 : JERAWAT RINDU

Setelah empat bulan meninggalkan pabrik di Yogya, saya sedikit kepo terkait kondisi pabrik yang saya tinggalkan ini. Saya kemudian mulai mencari tahu tentang kondisi yang dialami apakah jauh lebih baik setelah saya tinggalkan? Judul ini terinspirasi dari lagunya Anji karena saya kebanyakan nonton youtube dunia MANJI. Mari kita bahas lebih lanjut dan selamat menikmati.

Awalnya saya mencari informasi tidak dari dalam perusahaan tetapi dari lingkungan eksternal perusahaan yaitu dari teknisi luar dan temen-temen seller. Menurut mereka kondisi yang dihadapi begitu berbeda saat saya memimpin di sana. Mereka bilang dahulu saya sangat care pada prefentif maintenance untuk mesin produksi serta spare partnya. Sedang saat ini mesin dibiarkan begitu saja tanpa perawatan jika ada kendala baru dilakukan perbaikan.

Informasi berikutnya datang dari seller yang beli langsung dari kami menurut mereka roti yang dijual kualitasnya semakin berkurang, karena rotinya kotor dan bentuk roti tidak porposional.

Kemudian dari internal sendiri saya sempat menanyakan ke MD terkait untuk promo yang saat itu dipegang oleh Bp. Gilar dan kondisi menurut MD sendiri masalah masih banyak terjadi dan sering kali tidak terhandle dengan baik karena banyak toko tidak terkirim rotinya.

Dari karyawan internal sendiri yang saya temui secara kebetulan, mereka merasakan tekanan kerja yang semakin berat.

Masalah yang terjadi masih saja masalah klasik saat saya memimpin dulu yang ketika diperbaiki di satu bagian akan berefek di bagian lainnya.

Fakta tersebut bukan untuk mencari pembenaran diri, tapi ada banyak Pekerjaan Rumah yang harus dibenahi. Mari rapatkan barisan, eratkan genggaman tangan dan ingatlah bahwa kita kerja tidak sendirian tapi berhubungan dengan banyak orang.

1) Untuk para pimpinan, ayo sadar diri bahwa kita harus memandang manusia sebagai manusia, layani mereka dengan sebaik-baiknya bukan untuk kepentingan pribadi atau untuk tujuan tertentu. Sebarkan kebaikan, ajari karyawan yang tidak bisa dengan penuh kesabaran, bukan melalui makian lalu lihat hasilnya. Janganlah berfokus pada siapa yang salah tetapi pada solusinya. 

2) Lalu untuk karyawan, jika ada yang tidak bisa, tanyalah baik-baik, belajarlah secara baik dan jika sudah pintar nantinya bantulah teman-temanmu yang kesulitan belajar. Support mereka, sayangi mereka. 

3) Biasakan karyawan bekerja dengan system, sehingga dengan system kita tidak perlu repot-repot melakukan banyak kerjaan secara manual yang menyakitkan pikiran maupun badan.

Saya tidak ingin melihat kalian semua hanya pasif menunggu hujan deras reda, tetapi saya ingin melihat kalian belajar aktif menari saat hujan deras menggila. May the force be with you all.

Komentar